Pages

Coklat Gersang Berganti Hijau Subur


Nama ku yuki. Aku dan keluargaku baru saja pindah  ke  kompleks perumahan paling gersang yang pernah aku lihat. Tak ada satu pun tumbuhan yang hidup kulihat. Hanya beberapa bunga liar yang nyaris mati dan rumput-rumput  yang menghiasi gapura kompleks ini. Antara kaget dan tdak yakin aku bertanya ke ayahku.
“yah, ini kompleks yang ada di brosur itu? Kok kayaknya gak persis ya?
“siapa bilang gak persis? Ini sih sama sekali gak persis!” tambah adikku. Ayahku menatap brosur  itu dan langsung menatap ke gapura lalu ke brosur sampai tiga kali.
“kalau menurut brosur, memang ini tempatnya. Yasudah, kita masuk saja kedalam.”
Mobil pun langsung bergerak masuk kedalam perumahan tersebut.  Semakin dalam kami masuk. Semakin banyak terlihat tanaman-tanaman yang sekarat tanda tidak diperdulikan. Tapi kuakui, rumah-rumah disini sangat indah, jelas sekali kalau arsiteknya orang yang mempunyai seni yang tinggi.
“21, 22, 23 , 24. Ini dia rumah baru kita yah!” adikku dengan semangat menunjuk ke rumah no 24.
“iya iya, ini rumah kita. Ayo semuanya turun dan bantu ayah mengangkat barang-barang.”
Lalu kami pun turun dan membawa barang-barang kami masuk kerumah. Saat masuk kedalam, aku terbelalak kaget melihat betapa luasnya rumah kami ini. Kami pun cepat-cepat memindahkan barang dan segera melihat-lihat kedalam rumah. Saat kami masuk kesebuah kamar yang lumayan luas dengan kamar mandi dan tangga lipat dilangit-langinya, aku pun cepat-cepat bilang bahwa aku mau kamar ini tepat sebelum adikku yang bilang. Ayahku mengizinkan dan adikku melihatku dengan sinis.
Setelah semua barang disusun , kami segera mandi dan makan malam. Aku sengaja cepat-cepat melahap makananku agar aku bisa naik ke atap kamarku. Setelah aku berada di kamar, aku mengunci pintu dan segera menurunkan tangga lipat yang ada di langit-langit kamarku. Ada sedikit debu disini tapi tidak ku hiraukan. Setelah menaiki tangga, aku segera mencari saklar lampu dan menghidupkannya. Ternyata disini semacam ruangan untuk menyimpan alat-alat menanam dan juga bibit tanaman. Aku segera teringat gapura dan suasana kompleks ini. Aku berniat besok aku akan menanam tanaman di halamanku yang juga gersang. Saat aku melihat pintu tak jauh dari ruangan ini, aku berjalan kesana dan membukanya. Betapa indahnya pemandangan malam dari atas ini. Bintang-bintang bertaburan, bulan bersinar  terang, dan tak jakuh dari sini ada lampu-lampu kota yang menambah keindahan malam ini. Aku duduk-duduk disini dan tanpa sadar gerimis pun turun. Terpaksa aku kembali kekamar dan tidur.
Besoknya aku bangun jam lima untuk solat subuh. Lalu bergegas mandi dan sarapan. Aku naik ke ruangan yang ada diatas kamarku dan mengambil beberapa bibit tanaman dan alat-alat menanam dan menuju kehalaman rumah untuk kutanam.
Hari berganti hari, minggu berganti minggu dan tahun berganti tahun. Tanaman yang kutanami dan kurawat tumbuh subur. Tetanggaku banyak yang datang kerumah karena melihat taman kecilku ini. Kesempatan ini aku pakai untuk mengajak mereka untuk menanam juga. Setahun kemudian, kompleks perumahan dimana tempatku tinggal tidak lagi gersang. Bahkan, kompleks ini yang paling hijau. Aku bangga dengan hasilnya. Kini, banyak orang-orang yang tersenyum cerah kepadaku. Dan kami semua mendirikan web yang berisi seputar kegiatan menghijaukan bumi.  Karna banyak yang tertarik, kami selalu pergi ke daerah gersang tiap dua bulan sekali. Dana didapat dari sumbang-menyumbang dan orang-orang yang mendukung gerakan kami di web.
karena gerakan kami semakin aktif dan banyak daerah-daerah gersang menjadi subur, kami mendapat rekor MURI. Itu membuat semakin banyak yang ikut gerakan kami. Setelah aku semakin tua dan akhirnya tutup usia, semua anggota gerakan hijauku berdatangan ke rumahku. Untuk mengingat hari kematianku, mereka menanam satu juta pohon disetiap provinsi di negaraku. Semoga mereka meneruskan gerakan ini sampai akhir masa. Karena saat kau memberikan yang terbaik kepada lingkungan, lingkungan pun akan memberikan yang terbaik pada mu.   

Oleh: Mutia Yirdam R
Siswi XI IPS SMAN 8 PEKNBARU

No comments:

Post a Comment