Pages

Kesan dan Pesan Mempelajari Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH)


Kesan:
Selama saya belajar mengenai pendidikan lingkungan hidup, saya lebih mengetahui mengenai alam sekitar. Bagaimana cara merawat alam, memanfaatkannya, juga bagaimana cara memperbaiki jika terjadi kerusakan alam.
Pesan:
Saya harap pelajaran pendidikan lingkungan hidup terus maju dan berkembang,  serta dapat menghasilkan bentuk nyata dari pelajaran ini, seperti penambahan pohon/hal-hal yang dapat membuat bumi semakin hijau dan kerusakan alam mulai berkurang

Tafsir Lirik Mars PLH

 
Tafsir Lirik Mars PLH
1)    Tuhan ciptakan alam nan indah
Manusia penerima amanah
Wahana kraya bernilai ibadah
Ambil manfaat jangan serakah

è Tuhan menciptakan alam beserta seluruh isinya untuk kita jaga dan manfaatkan sebaik mungkin. Setiap perbuatan baik yang kita lakukan terhadap bumi ini bernilai ibadah. Semakin banyak kebaikan yang kita perbuat kepada bumi ini, semakin banyak pula amal ibadah kita. Kita idak boleh serakah dalam megambil kebaikan alam ini. Karea nantinya kita sendiri yang akan merasakan akibatnya

2)   Karya agungnya teramat luhur
Semua makhluk hidup makmur
Amal berkah tumbuh subur
Jagad raya sujud syukur

è Alam yang telah dibuat Tuhan sangat sempurna untuk semua makhluk ciptaanya tinggal. Semua hidup serba berkecukupan. Karena itu, kita wajib bersyukur atas anugerah yang luar biasa ini

3)   Buma buha mata, buka mata buka hati
Memelihara alam titipan Allah

è Kita harus membuka pandangan dan hati nurani kita untuk memelihara alam yang dititipkan Allah kepada kita. Jangan sampai kita melalaikan tugas dalam hal memelihara dan menjaga alam ini. Bumi kita, tanggung jawab kita bersama

4)   Jagalah mata, jagalaha hati
Ayunkan tangan, langkahkan kaki
Memelihara alam titipan ilahi
Cermin insan khalif fil ardi

è Kita harus menjaga pandangan dan hati kita dari perbuatan keji dan kita juga harus melakukan gerakan memelihara alam. Karena itu cermin manusia sebagai pemimpin dibumi. Mari kita jaga dan rawat bumi bersama-sama

5)   Karena ulah tangan manusia
Darat dan laut usak binasa
Warisan anak cucu tak tersisa
Bencana alam dimana-mana

è  Perbuatan manusia-manusia tidak bertanggung jawab menyebabkan daratan dan lautan rusak tercemar. Sehingga anak cucu kita dikhawatirkantidak akan bisa memanfaatkan kebaikan alam seperti kita. Karena bencana alam sudah terjadi dibelahan bumi manapun. Tentu kita tidak mau hal ini terjadi, bukan? Ayo lestarikan lingkiungan!

6)   Jiwa siswa SMA 8 dan pendidikan lingkungan hidup
Ecological youth environmental source
Siswa peduli ligkungan hidup
Cermin inssan khalifah fil ardi
Huuu….. fil ardi

è Karena dia SMA 8 diterapkan pembelajaran mengenai lingkungan hidup, para siswa menjadi peduli dan melakukan gerakan penghijauan terhadap lingkungan. Nantinya siswa-siswi ini juga mencerminkan sikap manusia sebagai pemimpin dibumi. Siswa-siswi ini sudah memulai gerakan merawat dan menjaga lingkungan. Bagaimana dengan kita?

Solusi Masalah Lingkungan


Permasalahan Tanah Longsor

Spesifik: Akibat dari longsoran tanah atau luapan air
Fakta Kejadian Dari Media:
KUNINGAN - Sebanyak 52 desa dari 14 kecamatan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, terancam bencana. Pasalnya daerah tersebut berada pada zona kerentanan gerakan menengah hingga tinggi.
Asisten daerah (Asda) II Setda Kuningan Yuyun Nasrudin melalui Kasubag Kesos Ence Ahadiat Rohanda menjelaskan, 52 desa rawan itu merupakan hasil rekapitulasi kejadian bencana alam di musim hujan tahun 2006. Hal itu baik akibat longsoran tanah maupun luapan air.
“Namun, bencana banjir hanya ada di beberapa titik saja. Seperti wilayah Kecamatan Cimahi. Adapun mayoritas sisanya bencana longsor,” jelas Ence, Minggu (6/1/2008)
                                                                                                            Sumber: www.okezone.com
Contoh:
Longsor di Pacitan, Jawa timur (26/10/2008)
Longsor di  Wilayah Ngawi (9/2/2008)
Longsor di Desa Katelan, Kecamatan Tangen (6/2/2011)
Longsor di Kabupaten Maluku Tengah (29/5/2011)
Longsor di Filipina (4/7/2011)
Longsor di Guatemala (6/1/2009)
Longsor di Nepal (15/7/2011)
Longsor di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (10/5/2010)
Longsor di Sri Langka (3/5/2011)



Solusi:
1.    Preventif (Pencegahan):
·         Andalkan rutinitas koordinasi dan informasi dari handphone dan internet yang telah tersedia.
·         Reboisasi
·         Jangan mendirikan rumah ditepi sungai yang erosi
·         Jangan memotong tebing ketika membuat jalan
·         Jangan mendirikan bangunan dibawah bukit yang terjal
·         Membangun rumah dilereng bukit secara benar
·         Jangan mendirikan pemukiman ditepi lereng yang terjal
·         Jangan membangun rumah dibawah tebing
·         Jangan melakukan penggalian dilereng yang terjal
·         Jangan menebang pohon dilereng
·         Jangan membuat sawah atau kolam pada lereng bagian atas yang dekat pemukiman
·         Hindari budidaya kolam ikan diatas lereng

2.   Curatif (Pengobatan):
·         Beri penyangga batuan dan jaring (struktur didnding penahan tanah) pada tanah yang terkikis
·         Perbaiki sistem drainase daerah lereng
·         Tutup retakan tanah dan memaadatkannya agar air tidak masuk kedalam retakan tanah
·         Buatlah terasering jika membangun pemukiman atau pertanian pada lereng yang terjal
·         Menyelamatkan warga yang tertimpa musibah
·         Pembentukan pusat pengendalian (crisis center)
·         Evakuasi korban ketempat yang lebih aman
·         Pendirian dapur umum, pos-pos kesehatan dan penyediaan air bersih
·         Pendistribusian air bersih, jalur logistik, tikar dan selimut
·         Pencegahan berjangkitnya wabah penyakit

3.   Rehabilitatif (Perbaikan):
·         Perencanaa pengembangan sistem peringatan dini didaerah rawan bencana
·         Pola pengelolaan lahan untuk budidaya tanaman pertanian, perkebunan yang sesuai dengan azas pelestarian lingkungan dan kestabilan lereng
·         Penyusunan dan penyempurnaan peraturan tata ruang dalam upaya mempertahankan fungsidaerah resapan air
·         Penyebarluasan informasi bencana gerakan tanah melalui beragai media dan cara kepada masyarakat baik secara formal maupun non formal
·         Mengupayakan semaksimal mungkin pengembalian fungsi kawasan hutan lindung
·         Mengevaluasi dan memperketat studi AMDAL pada kawasan vitalyang berpotensi menyebabkan bencana
·         Mengevaluasi kebijakan Instansi/Dinas yang berpengaruh terhadap terganggunya ekosistem

4.   Promotif (anjuran dan fasilitas)
·         Penyediaan lahan relokasi penduduk yang bermukim di derah  bencana, sabuk hijau dan disepanjang bantaran sungai
·         Normalisasi areal penyebab bencana, antara lain seperti normalisasi aliran sungai dan bantaran sungai dengan membuat semacam polder dan sudetan
·         Perbaikan sarana dan prasarana pendukung kehidupan masyarakat yang terkena bencana secara permanen (seperti: perbaikan sekolah, pasar, tempat ibadah, jalan, jembatan, tanggul, dan lain-lain)
·         Menyelanggarakan forum kerjasama antar daerah dalam penanggulangan bencana
·         Penyempurnaan manajemen mitigasi gerakan tanah baik dalam skala nasional, regional, maupun lokal secara berkelanjutan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan menggalang kebersamaan segenap lapisan masyarakat